ShareThis

06 January 2012

ANDALKAN YESUS!

Ayat : Matius 8:23-27

23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya. 
24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. 
25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." 
26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 
27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Anak saya, Sam, tidak dapat memejamkan matanya. Suara tikus yang berlari di langit-langit kamar membuatnya takut. Saya mengingatkannya tentang cerita Yesus meredakan angin ribut. Segera setelah itu Sam berteriak sambil mengangkat tangannya, "Yesus tolong. Tikus pergi!" Sam memandang saya, sambil tersenyum ia berkata, "Ma, Yesus pintar. Tikusnya pergi!" Hanya dengan mengingat satu cerita itu, Sam yakin bahwa Yesus juga berkuasa mengatasi tikus-tikus yang mengganggunya.

Banyak orang menuntut bukti untuk dapat memercayai Tuhan. Namun, jika kita mau jujur, melimpahnya bukti tidak menjadi jaminan bahwa seseorang akan lebih percaya kepada Tuhan. Ini masalah hati. Murid-murid Yesus, misalnya. Mereka bu-kan hanya mendengar satu cerita, tetapi menyaksikan langsung berbagai mukjizat yang dilakukan Yesus (lihat ayat 1-17). Toh, begitu angin ribut mengamuk dan gelombang menerpa, mereka dilanda ketakutan yang sangat. Ketika mereka datang minta tolong, Yesus menegur mereka (ayat 25-26). Yesus tahu bahwa hati murid-murid lebih dikuasai ketakutan daripada keyakinan akan kuasa-Nya.

Alam semesta dan Alkitab dipenuhi berbagai kesaksian akan keajaiban karya Tuhan. Demikian pula kehidupan orang-orang per-caya, termasuk Anda tentunya. Seberapa banyak kita menyimak-nya? Tuhan tidak berubah. Dia memegang kendali atas kehidupan, dulu, sekarang, dan selamanya. Masalah apa yang membuat Anda terombang-ambing dalam ketakutan hari ini? Ingatlah siapa Tuhan dan serahkanlah masalah Anda kepada-Nya. Anda dapat mengandalkan-Nya.

God BLess ^^

IMAN SEPERTI APA?

Ayat : Yakobus 5:13-18

13 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! 
14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.
15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.

Saya pernah menerima SMS doa yang sangat mengesankan. Namun, di bawahnya ada catatan. SMS itu harus diteruskan kepada sedikitnya 12 orang barulah berkat Tuhan akan tercurah. Jika tidak, celakalah yang akan dituai. Menyebarnya SMS itu menunjukkan banyak orang meyakini isinya. Apa gerangan yang "diimani" para pengirim SMS ini? Tuhan akan mengabulkan doa dengan sogokan 12 SMS?

Doa memang harus didasari iman. Namun, iman seperti apa? Yakobus memberi contoh iman yang ditunjukkan Elia (ayat 17-18). Elia tahu ia berdoa kepada Tuhan Pencipta semesta yang berkuasa menahan dan menurunkan hujan. Elia juga yakin Tuhan berkenan akan doanya, karena apa yang ia minta akan menyatakan kebenaran Tuhan pada orang-orang di zamannya (lihat 1 Raja-raja 16-17). Pengenalan yang benar akan Tuhan membuat kita peka mana yang berkenan dan tidak berkenan bagi-Nya sehingga kita dapat berdoa dengan penuh keyakinan. Dalam pengenalan akan Tuhan yang kudus, Yakobus juga mengingatkan kita untuk saling mengaku dosa (ayat 16). Anugerah Tuhan saja yang memungkinkan kita yang tak layak menjadi orang-orang yang "benar" di hadapan-Nya.

Mari memeriksa diri hari ini. Keyakinan seperti apa yang mendasari doa-doa kita? Tuhan bukanlah mesin untuk mencurahkan berkat atau membuat orang kualat, sesuai usaha dan kemauan kita. Makin kita mengenal-Nya, makin kita dapat berdoa dengan yakin dalam situasi apa pun. Elia telah membuktikan-Nya. Yakobus mengaminkannya. Doa orang yang benar, jika dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Biarlah kita mengalaminya juga.

God Bless ^^

04 January 2012

MATA HATI TUHAN

Ayat : Matius 9:35-38

35Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 36Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.37Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 38Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."


Bayangkan suatu keajaiban terjadi setelah Anda membaca kalimat ini. Dalam sekejap Tuhan Yesus mengubah mata Anda menjadi mata-Nya dan hati Anda menjadi hati-Nya. Kegirangan, Anda lalu mencoba bagaimana rasanya melihat dunia dari mata Tuhan dengan mengamati satu per satu orang yang berlalu lalang di jalanan. Perbedaan apa yang Anda sadari?

Hari ini kita membaca kisah tentang Tuhan Yesus yang berkeliling dari kota ke kota, mengajar dan memberitakan Injil, menyembuhkan dan memulihkan. Suatu kali Dia terdiam. Memandang orang banyak itu, yang datang kepada-Nya dengan mata penuh dahaga akan kabar baik dan pemulihan. Momen ini Matius lukiskan dengan begitu emosional. Yesus ... melihat ... dan hancurlah hati-Nya oleh belas kasihan. Kata "belas kasihan" (compassion) berarti Tuhan Yesus turut merasakan penderitaan orang banyak dan begitu digerakkan oleh keinginan mengangkat derita tersebut. Murid-murid lalu mendengar-Nya berkata dengan gelisah, "Tidakkah kau lihat, orang-orang ini telah siap dituai, namun di mana pekerjanya? Berlututlah, mintalah supaya Tuhan mengirim pekerja-pekerja" (ayat 37-38).


Sudah berapa lama sejak kita pertama kali memutuskan mengikut Yesus? Sejak saat itu, sampai sejauh mana cara pandang Anda terhadap sesama menyerupai cara pandang-Nya? Apakah Anda me-rasakan kegelisahan hati-Nya? Kerinduan dan gejolak hati-Nya, terhadap orang-orang yang memerlukan Injil dan pemulihan? Mari perbarui visi dan motivasi pelayanan kita di tahun yang baru ini dengan menjadikan mata hati Tuhan sebagai mata hati kita.

GBU :)

Popular Posts

 
Hope and Love Jesus Christ | HLJCC