ShareThis

03 January 2011

Beriman? Pelihara bumi!

Kejadian 1:24-31


Setelah menciptakan hewan yang hidup di udara dan laut, pada hari keenam Allah menciptakan aneka jenis hewan yang mendiami daratan (24-25). Bila kita memperhatikan betapa beragamnya jenis hewan yang Allah ciptakan, kita pasti akan terkesan atas keindahan kreativitas Allah.

Kesempurnaan kreativitas Allah tampak dalam penciptaan manusia sebagai makhluk yang utama dan mulia, karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (26-27). Ini memperlihatkan bahwa meski pun ada beberapa kesamaan dalam hal fisik dengan hewan tertentu, tetapi ada jurang perbedaan yang tidak terjembatani dalam hal kemampuan moral, intelektual, dan spiritualitas. Manusia dapat berkomunikasi dengan Allah dan merespons Allah. Manusia juga dikaruniai kemampuan khusus untuk mengembangkan diri agar hidupnya dapat dipakai oleh Allah. Itu sebab manusia diberi otoritas dan tanggung jawab untuk mengelola bumi dan segala isinya (28). Walau demikian, otoritas itu bukan merupakan hak bagi manusia untuk merusak alam. Perintah untuk menaklukkan bumi bukanlah perintah agar manusia menjadi penguasa arogan yang berlaku sewenang-wenang atas alam. Memanfaatkan kekayaan alam memang merupakan tugas manusia, tetapi bila proses pengolahannya mengakibatkan kerusakan ekosistem, jelas harus dipertimbangkan ulang. Bumi memang diciptakan untuk kepentingan manusia, tetapi kita harus ingat bahwa yang disebut manusia bukan diri kita saja. Ada orang lain yang ingin juga menikmati keindahan dan keasrian bumi. Kita harus ingat bahwa bumi ini bukan akan kita wariskan kepada anak cucu kelak dikemudian hari, melainkan sedang kita pinjam dari mereka. Maka jangan dirusak atau diperlakukan sembarangan, karena kita harus mengembalikannya dalam keadaan yang seharusnya baik.

Mengimani bahwa bumi diciptakan Allah seharusnya menjadikan kita pelaku firman dalam memeliharanya, misalnya dengan berupaya mengurangi panas bumi. Caranya? Tanamlah pohon serta matikan lampu dan alat-alat elektronik bila tidak digunakan.

God Bless ^^

02 January 2011

New Me

Ayat : Filemon 8-16

Ayat emas : 2 Korintus 5:17 = “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus,ia adalah ciptaan baru : Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Nggak diceritakan, apa sih yang pernah dibuat oleh Onesimus sehingga ia dipenjarakan. Tapi dari apa yang diomongin oleh Paulus kepada Filemon, kayaknya Onesimus pernah buat salah sama Filemon. Mungkin itu juga yang ngebuat Onesimus kudu nginep di hotel prodeo alias penjara.

Nah, ketika Onesimus keluar dari penjara, Paulus nitip surat ke Onesimus untuk Filemon. Rupanya Filemon ini juga anak rohani Paulus. Nah, di dalam penjara, Onesimus ini juga jadi anak rohani Paulus. Dan, Paulus ngeliat hidup Onesimus berubah. Karena itu, dalam suratnya, Paulus bilang sama Filemon, mungkin dulu si Onesimus ini nggak berguna buat kamu. Tetapi sekeluarnya Onesimus dari penjara, hidup Onesimus bakal berguna untuk Filemon, bahkan juga sudah berguna untuk Paulus.

Fren, siapa pun di dunia ini punya masa lalu. Dan, kadangkala masa lalu itu sangat buruk. Bukan hanya buruk bagi kita, namun juga buruk bagi orang lain. Kalau udah gitu, nggak heran deh jika ada orang yang nggak suka dengan kita. Lha, kita sekarang udah ngerasa kalau kita berubah. Trus gimana?

Onesimus juga udah berubah. Karena itu, Paulus ngasih surat kepada Filemon supaya mau nerima Onesimus lagi. Emang nggak diceritakan apakah Filemon itu mau nerima Onesimus lagi. Tapi, yang pasti Onesimus kudu bukti’in kalau dia memang udah bener-bener berubah.

Fren, ketika kita mau hidup sungguh-sungguh bersama Kristus, maka kita kudu nunjukkin sebuah perubahan dalam hidup. Perubahan itu kudunya stabil. Bukan hanya berubah sesaat aja dan kemudian kita malah lebih parah daripada yang dulu. Karena itu, buat komitmen yang bener untuk ngejalanin sebuah perubahan. Buktikan kalau kita adalah ciptaan baru.

God Bless ^^

Gengsi Donk

Ayat : 1 Korintus 4:6-21

Ayat emas : Amsal 30:32 = “Bila engkau menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir, tekapkanlah tangan pada mulut!”

Seorang anak Tuhan mengatakan ke gue, “Kalau naik mobil jelek ke sekolah malu banget. Teman-teman bisa menertawakan aku. HP yang dibawah 2 juta aja masih di hina. Trus sekarang lagi tren laptop. Kalau laptopnya gede dan murah, serta mereknya nggak terkenal, teman-teman bakal jadikan itu hal olok-olokkan. Jadi, aku mesti lebih oke, nggak boleh malu donk.” Ketika ia mengatakan hal itu, gue rasanya ingin sumpel mulutnya pakai tisu. Boleh aja ortunya kaya, tapi apa dia nggak mikir kalau apa yang ia anggap membuat ia malu sesungguhnya bukan masalah besar. Namun yang menjadi masalah besarnya adalah ketika ia ‘menghidupi’ gengsinya dan ngikutin gaya mewah demi gengsi-gengsian dan menyombongkan diri di antara teman lainnya yang nggak punya apa-apa.

Fren, kalau mulut kita udah mulai sombong dan membanggakan diri karena kelebihan yang kita miliki, baik itu harta, fisik yang cakep, talenta yang istimewa, dan kelebihan lainnya, berhentilah meninggikan diri. Layaknya kita menutup mulut kita karena mengucapkan kata-kata memuji kelebihan kita sendiri dengan merendahkan dan tidak menghargai orang lain yang memiliki kelebihan yang kita miliki. Sadarlah bahwa kekayaan ortu, kecantikan fisik, talenta yang hebat, semua itu berasal dari Tuhan. Kalau bukan karena anugerah dan kasih Tuhan, kita nggak punya apa-apa di bumi ini. Kita diciptakan dalam keadaan telanjang. Demikian juga dengan ortu kita. Dan Tuhan melengkapi hidup kita dengan berbagai macam berkat. Bersyukurlah karena-Nya, bukan menyombongkan diri karena hal itu.

Fren, kalau memang kamu takut akan Tuhan maka jauhilah kesombongan, itu kata Amsal 8:13.

God Bless ^^

Popular Posts

 
Hope and Love Jesus Christ | HLJCC