ShareThis
24 December 2011
22 December 2011
SAYAP PERLINDUNGAN
Ayat : Rut 1:1-5
Tragedi gempa dahsyat di China pada Mei 2008 punya banyak kisah mengharukan. Salah satunya adalah kisah seorang ibu yang meninggal dalam posisi mendekap bayinya yang berhasil bertahan hidup dan diselamatkan. Di tangan sang ibu tergenggam handphone bertuliskan sebuah pesan, "Anakku, apabila engkau selamat, ingatlah bahwa Ibu selalu mencintaimu."
Kitab Rut berkisah tentang riwayat Naomi, perempuan yang mencari perlindungan di tengah terpaan badai kehidupan. Bersama suami dan kedua anaknya, ia mengungsi ke tanah Moab demi mencari perlindungan dari bencana kelaparan. Akan tetapi, bukan perlindungan yang ia dapat, melainkan kesusahan dan kepahitan yang mendalam. Satu demi satu, suami dan dua anaknya meninggal. Jadilah ia sosok perempuan lemah yang rawan bahaya: berstatus janda, orang asing, dan tanpa keturunan. Tanpa masa depan. Hari tuanya suram. Ke mana lagi ia mencari perlindungan? Kisah selanjutnya memperlihatkan bagaimana perlindungan Tuhan berlaku atasnya. Perlindungan yang menaungi layaknya kepak sayap induk burung yang "mendekap" anak-anaknya. Melalui Rut menantu setia yang Tuhan berikan, yang akhirnya dinikahi Boas Naomi menimang cucu laki-laki. Siapa sangka?
Krisis dan kesukaran hidup memang bisa menempatkan kita dalam posisi rawan bahaya. Kita merasa kehilangan satu demi satu apa yang kita anggap bisa menjamin masa kini dan masa depan kita. Namun, sebenarnya Tuhanlah Pelindung sejati kita. Meski yang lain pergi, Tuhan tetap setia menjaga. Meski bahaya mengancam, dalam dekapan kasih-Nya kita tetap terlindung. Yakinlah!
God BLess ^^
KASIH PENGUIN KAISAR
Ayat : 1 Yohanes 3:11-18
Penguin kaisar bertelur satu butir setiap musim kawin. Si jantan bertugas mengerami telur itu dengan menjepitnya di antara kaki dan lipatan lemak di sekitar perutnya selama kira-kira 64 hari. Ia berada dalam kumpulan besar penguin jantan yang berdempetan saling menghangatkan di tengah musim dingin Antartika. Sementara itu, si betina kembali ke laut untuk mencari makan. Ia akan kembali ke sarang menjelang anaknya menetas. Apabila ia terlambat, si jantan dapat memberi makan anaknya dengan cadangan yang diambil dari saluran pencernaannya sampai selama sepuluh hari. Itu akan membuatnya kehilangan setengah bobot tubuhnya. Begitu si betina muncul, giliran si jantan pergi ke laut. Selanjutnya mereka bergantian mencari makan untuk membesarkan si kecil.
Kehidupan unggas kutub tersebut menggambarkan bahwa kasih itu bukan konsep atau kata-kata manis belaka. Kasih adalah kata kerja. Kasih sejati diungkapkan melalui tindakan yang mengutamakan kesejahteraan orang lain, bahkan apabila perlu dengan mengorbankan kepentingan pribadi. Sebagaimana Kristus menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, kita pun diperintahkan untuk menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
Actions speak louder than words (Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata). Kasih tidak cukup hanya dinyatakan dengan perkataan, tetapi mesti diwujudkan dalam perbuatan. Sejauh mana tindakan kita mengungkapkan kasih kita bagi saudara-saudara kita? Apakah kita secara bermurah hati menyerahkan nyawa kita waktu, tenaga, talenta, uang bagi saudara-saudara yang memerlukan pertolongan?
God Bless ^^
Popular Posts
-
Ayat : Ulangan 1:41-46 Apa bedanya bertobat dan menyesal? Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penyesalan adalah pengakuan yang menyata...
-
Ayat : Yesaya 2:10-12, 17 Bagaimana suasana hati Anda ketika memikirkan bahwa Hari Tuhan yang tiba oleh kedatangan Yesu...
-
Verse: Matthew 14:13-21 Gold Verse: Matthew 5:7 = "Blessed are the cheap heart: for they shall obtain mercy." One morning there wa...
-
Malam berlalu, hampir semua orang mendapatkan the gift of sleep (yang banyak tidak disadari dan lupa mengucap syukur atasnya), lalu ia te...
-
Ayat : Efesus 5:15-21 Ada sebagian orang yang menjalani hidupnya dengan "tawar" segala sesuatu ia biarkan berjalan seadanya; ...
Unknown
