ShareThis

23 August 2012

ANARKI ITU SETANI


Seorang siswa SD dibentak ayahnya ketika pulang sekolah sambil menangis karena dipukul teman: "Lain kali kamu harus balas, pukul yang keras! Ini aturan keluarga kita: salah pun kamu harus pukul dia, apalagi kalau kamu benar!" Pada saya bapak itu menjelaskan: "Dunia ini keras, kalau kecil kalah melulu selamanya akan kalah." Terdengar bijaksana, bukan? Benarkah demikian?

Jika kita menyimak kata "iri hati" di ayat 14 dan 16, kata itu bukan iri yang biasa. Istilah tersebut menunjuk pada "semangat fanatisme" yang lazim di kalangan orang zelot, yang meyakini bahwa membalas dengan kekerasan itu tindakan rohani-tindakan membela Tuhan. Doktrin anarkis ini disebarkan oleh para pengajar mereka yang menyebut dirinya guru bijaksana (ayat 13). Yakobus mengingatkan orang Yahudi yang sedang tertindas, bahwa hikmat yang diajarkan guru-guru zelot itu berasal dari dunia, bahkan dari iblis (ayat 15). Sekali doktrin kekerasan itu dihalalkan, buahnya adalah "kekacauan dan segala macam perbuatan jahat" (ayat 16). Sebaliknya, ciri-ciri hikmat yang dari Allah adalah kelemah-lembutan (ayat 13); yang ditandai karakter dan sikap yang menyuburkan kerukunan (ayat 17); yang buahnya adalah tercapainya komunitas yang damai (ayat 18).

Kita hidup di era penuh kekerasan, bahkan dalil agama kerap digunakan. Media bahkan pernah menyebut negara ini "Republik Preman". Mari mendoakan umat Tuhan, juga diri kita sendiri, agar menjadi agen perubahan: menghadirkan teladan kelemah-lembutan di tengah banyaknya benih kekerasan di negeri ini; menghadirkan damai ilahi di tengah suburnya bibit pemberontakan dan kejahatan.

God Bless ^^

14 August 2012

DITUTUPI KASIH


Saya sering menyebalkan ya?" tanya saya selepas minta maaf kepada sahabat saya, sadar bahwa sangat sering sikap saya tidak baik, bahkan mungkin menyakiti hatinya. "Kasih menutupi banyak dosa, " ia menggeleng seraya mengutip sebuah ayat, "Aku sekarang baru bisa memahami kedalaman ayat itu, " lanjutnya sambil tertawa.

Perkataan sahabat saya membawa saya mencari dan merenungkan kembali ayat yang dikutipnya. Ternyata baik Perjanjian Lama maupun Baru memuat nasihat ini: Amsal 10:12 yang kita baca hari ini, dan 1 Petrus 4:8. "Menutupi" di sini mengandung arti "mengampuni", tidak hanya menyembunyikan kesalahan agar tidak terlihat. Alkitab versi Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkannya: "cinta kasih mengampuni semua kesalahan." Pengampunan dalam Perjanjian Lama sering digambarkan dengan cara ini. Dosa yang ditutupi sama dengan pelanggaran yang diampuni, demikian pula sebaliknya (bandingkan Mazmur 32:1 dengan Nehemia 4:5).

Ketika benci melanda, kesalahan orang lain menjadi begitu jelas. Pernahkah Anda mengalaminya? Sering upaya meminta pendapat pihak ketiga membuat kesalahan itu kian jelas, dan kebencian kian besar. Firman Tuhan mendorong yang sebaliknya. Mengasihi itu mengampuni. Saya sendiri adalah pendosa yang dosanya "ditutupi" kebenaran Kristus. Bukan karena dosa sepele di mata Tuhan, namun karena kasih-Nya yang besar memilih untuk membungkus saya dengan kebenaran-Nya daripada mengeskpos kebobrokan saya yang mempermalukan-Nya. Meski tak mudah saya berdoa agar Tuhan melingkupi hati saya dengan kasih-Nya, agar dapat berkata seperti sahabat saya: "Kasih menutupi banyak dosa." Kiranya ini menjadi doa Anda juga.

God Bless ^^

TOLOK UKUR KARAKTER


Richard Halverson, seorang penulis dan pendeta senat AS, pernah menulis: Yesus Kristus berbicara tentang uang lebih dari hal-hal lain, karena ketika tiba pada sifat alami manusia, uang memegang peran terpenting. Uang merupakan indeks yang tepat untuk menunjukkan karakter sejati seseorang. Di seluruh halaman Kitab Suci, ada korelasi yang sangat dekat antara perkembangan karakter manusia dengan cara ia menangani uangnya.

Banyak tokoh di Alkitab yang dikecam, dihukum, atau dipuji oleh Allah karena sikap mereka terhadap uang. Yudas Iskariot mengkhianati Tuhan Yesus demi tiga puluh uang perak. Ananias dan Safira rebah dan mati seketika setelah berdusta perihal uang yang mereka serahkan. Mereka adalah contoh orang-orang yang jatuh dalam pencobaan berkenaan dengan uang. Uang membuat mereka terjerat dalam berbagai nafsu yang hampa dan mencelakakan, hingga akhirnya menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai duka (ayat 10). Namun, ada kisah janda miskin yang dipuji Tuhan Yesus karena memberi dari kekurangannya. Atau, jemaat Makedonia yang disebut Paulus sangat miskin, tetapi kaya dalam kemurahan (lihat 1 Korintus 8). Mereka ialah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan hati kepada Allah, lalu uang mereka.

Uang hanya salah satu sarana yang kita perlukan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Uang adalah berkat, bukti pemeliharaan Allah atas kita. Uang harus menjadi hamba kita. Jika kita cinta uang, uang akan menjadi tuan kita. Bagaimana Anda menangani uang? Mana yang lebih Anda cintai: Allah dan firman-Nya, atau ... uang?

Good Bless ^^

Popular Posts

 
Hope and Love Jesus Christ | HLJCC