ShareThis

05 January 2011

Pengkhianat

Ayat : Mazmur 59:6-8

Ayat emas : Maleakhi 2:16b = “Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!”

Pada tahun 2001, seorang pemuda melakukan pembantaian besar di kerajaan Nepal. Pangeran Nepal, Dipendra, membunuh kedua orang tuanya, kedua saudaranya dan belasan orang lainnya dengan senjata otomatis. Kemudian ia menembak dirinya sendiri. Dipendra suka banget ama narkoba dan ia kecewa karena bokapnya nggak setuju dengan wanita pilihannya. Bokapnya cuma pengen ia bias mendapatkan pendamping hidup yang bisa menyadarkan ia untuk tidak terlibat dengan narkoba bukan dengan sesame penyuka narkoba. Ia mengkhianati bokapnya yang sekaligus rajanya. Ia tidak mau tunduk pada otoritas dan tidak mau menerima nasihat bokapnya demi kebaikannya.

Fren, kita juga kudu sadar bahwa kita sering kali berusaha ‘membunuh’ otoritas Bapa atas hidup kita dengan cara yang lebih sadis dari senjata otomatis. Ada banyak anak-anak Tuhan yang tersenyum di gereja sedangkan di luar gereja mereka menjadi anak-anak liar yang tidak peduli dengan kebenaran Tuhan. Bukan hanya Bapa yang kita ‘bunuh’ dengan perbuatan kita, tetapi sesame manusia, umat Tuhan lainnya.

Fren, mari kita menjaga diri kita agar kita tidak mengkhianati Tuhan dengan perbuatan jahat kita. Terlalu banyak janji yang kita ucapkan ketika kita membutuhkan pertolongan-Nya namun itu hanya sekedar di mulut saja. Kita selalu saja mengkhianati Dia meskipun kita telah berjanji akan setia kepada-Nya, taat dan mendengarkan setiap nasihat dan perintah-Nya. Kita pasti tahu apa yang terjadi dengan Yudas Iskariot yang mengkhianati Tuhan, ia mati sia-sia, sama seperti Dipendra yang mati sia-sia dan tidak menghasilkan apa-apa dari pengkhinatannya terhadap ayahnya sendiri.

God Bless ^^

Enam banding satu

Ayat : Kejadian 2:1-7


Kata "istirahat" dimaknai sebagai berhenti sejenak untuk melepaskan lelah. Lalu bila Allah berhenti dari kegiatan penciptaan alam semesta (2-3), apakah itu terjadi karena Dia merasa lelah dan perlu berhenti untuk beristirahat? Tentu bukan. Dia berhenti pada hari ketujuh untuk menunjukkan bahwa karya penciptaan-Nya telah selesai.

Seolah sesuatu yang memuncak menjadi klimaks, Allah menyebut segala sesuatu yang Dia ciptakan pada hari kesatu sampai hari kelima sebagai sesuatu yang baik, lalu ciptaan pada hari yang keenam Dia sebut sebagai sesuatu yang amat baik. Kemudian Ia memberkati hari yang ketujuh serta menguduskannya.

Berhentinya Allah pada hari ketujuh memberikan struktur waktu bagi manusia, yaitu ada tujuh hari dalam seminggu. Selama enam hari kita diperintahkan untuk bekerja, sementara pada hari ketujuh kita wajib berhenti dari segala pekerjaan kita untuk kemudian beristirahat. Bukankah cukup banyak waktu yang diberikan kepada kita untuk memenuhi kebutuhan hidup kita? Hari ketujuh itu adalah hari pemulihan bagi diri kita secara keseluruhan. Hari, saat kita bisa berhenti dari rutinitas kerja selama enam hari, saat kita dipulihkan, saat kita bisa bersama-sama saudara seiman datang menghadap Allah sebagai komunitas orang beriman, saat kita bisa menghangatkan kasih, kebersamaan, dan keutuhan dalam keluarga. Dengan demikian, ketika memasuki hari berikut kita bisa berada dalam stamina yang maksimal serta semangat yang penuh untuk kembali beraktivitas. Allah telah merancang kita untuk membutuhkan waktu istirahat, maka jangan kita abaikan pola itu. Bila kita tidak peduli, berarti kita mengurangi keefektifan kita dalam berkarya. Padahal Allah telah memberikan pola yang penting bagi kesehatan dan produktivitas kita dalam berkarya.

Mungkin saja kita memiliki pekerjaan yang tidak memudahkan kita mengambil hari istirahat pada hari Minggu. Namun prinsip yang jelas, ambil waktu bagi diri Anda sendiri, bagi keluarga, bagi persekutuan Anda dengan Tuhan, dan sesama seiman.

God Bless ^^

04 January 2011

Harmoni dalam ciptaan

Ayat : Kejadian 2:8-25


Urutan penciptaan alam semesta memperlihatkan betapa tingginya hikmat Allah. Sebelum menciptakan benda-benda langit, terlebih dahulu Allah menciptakan terang dan gelap. Sebelum menciptakan burung-burung dan ikan-ikan, Allah terlebih dahulu menciptakan cakrawala dan laut. Dan Ia menyediakan tanah daratan sebelum menciptakan hewan darat dan manusia.

Allah menciptakan wadah tempat mereka hidup terlebih dahulu. Eden adalah taman, tempat Allah menumbuhkan berbagai tanaman. Di antara berbagai tumbuhan di Eden, Allah menempatkan dua pohon: pohon kehidupan dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (9). Eden adalah tempat yang dibuat Allah untuk menjadi habitat yang cocok bagi Adam. Di situlah Adam akan bekerja, mengusahakan dan memelihara taman itu (15). Jelas kita baca bahwa kerja bukanlah kutukan bagi manusia akibat jatuh ke dalam dosa. Kerja adalah mandat Allah.

Selanjutnya, untuk pertama kali Allah melihat bahwa ada sesuatu yang tidak baik, yaitu kesendirian manusia. Allah melihat bahwa Adam memerlukan penolong yang setara dengan dia. Penolong di sini bukanlah suatu posisi yang bersifat inferior sebab Allah melihat posisi penolong sebagai posisi untuk melayani, dan melayani adalah sesuatu yang penting dalam pandangan Allah (bdk. Mat. 20:25-28). Mengapa Allah memakai rusuk Adam untuk menciptakan Hawa? Karena meski ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, sesungguhnya mereka berasal dari substansi yang sama. Dalam kesatuan itu, prioritas laki-laki akan berubah, dari keluarganya kepada istrinya. Bukan lagi sebagai anak bagi ayah ibunya, tetapi sebagai pemimpin bagi istrinya. Dan kesatuan antara sang pemimpin dan sang penolong juga bertujuan agar alam ini terpelihara dan dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan manusia juga. Betapa indah harmoni yang Tuhan ciptakan. Apakah keindahan harmoni itu tampak juga dalam kehidupan keluarga Anda? Kiranya Tuhan, yang adalah Kepala di dalam keluarga, menggenapkan maksud-Nya dalam kehidupan keluarga Anda.

God Bless ^^

Popular Posts

 
Hope and Love Jesus Christ | HLJCC