ShareThis

19 February 2011

Kuasa Yesus di atas segalanya

Ayat : Lukas 9:37-43a

Bila kita melihat dan membaca iklan di televisi atau di surat kabar, ada beberapa iklan yang menawarkan pertolongan berupa kesembuhan, ramalan akan masa depan, keberhasilan dalam tugas, dsb. Tinggal mengirimkan pesan singkat (sms) atau menelepon nomor yang disebutkan dalam iklan tersebut, maka Anda akan diberikan jawaban atas pergumulan Anda. Begitu katanya. Orang yang mengira bahwa hal-hal semacam itu merupakan jawaban atas permasalahan mereka, pasti akan dengan segera memberikan respons, minimal dengan mengirimkan pesan singkat. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ada jaminan bahwa janji-janji indah tersebut akan terwujud sehingga harapan orang-orang yang berkirim pesan singkat akan terpenuhi?

Dalam firman Tuhan yang kita renungkan hari ini, ada Seseorang yang memiliki kuasa yang mampu melakukan apa saja, tanpa persyaratan apa pun, selain percaya kepada-Nya. Dia adalah Yesus Kristus! Hal ini terungkap ketika salah satu dari orang yang mengikut Yesus datang memohon bantuan kepada Dia. Orang itu memiliki satu pergumulan, anak satu-satunya yang dia kasihi mengalami penderitaan, bukan hanya penyakit yang menyerang fisik sampai ia bisu (bnd. Mrk. 9:17), tetapi juga sakit rohani karena kerasukan roh jahat (38-39). Saat itulah, orang tersebut bertemu dengan Yesus, yang kemudian memulihkan keadaan anaknya.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada saja pergumulan yang harus kita hadapi. Penyakit yang bukan hanya disebabkan oleh kurang pandai menjaga kesehatan, tetapi juga karena banyaknya masalah yang harus kita pikirkan, seperti banyaknya pekerjaan yang kita harus selesaikan, kebutuhan hidup, masalah keluarga yang bila tidak diatasi akan menyebabkan munculnya pikiran-pikiran jahat yang membuat kita jatuh ke dalam kuasa dosa (kemabukan, judi, perselingkuhan, dll). Untuk itu mari kita mengatasi pergumulan dengan datang kepada kuasa yang lebih tinggi dari segala sesuatu, yaitu kuasa Yesus Kristus. Hanya kepada Dia saja kita harus menaruh rasa percaya kita.

God Bless ^^

Melihat kemuliaan Tuhan

Ayat : Lukas 9:28-36

Yesus memiliki kebiasaan yang patut diteladani oleh para pengikut-Nya, yakni kebiasaan untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa-Nya di surga. Pada waktu itu Yesus membawa ketiga murid-Nya naik ke atas gunung untuk berdoa. Lalu terjadi sesuatu. Lukas mencatat bahwa "...rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan" (29). Tidak hanya itu, ada dua orang yang terlihat berbincang-bincang dengan Yesus. Mereka adalah Musa dan Elia. Dua pribadi yang sangat dikenal di kalangan bangsa Yahudi. Keduanya pun menampakkan diri dalam kemuliaan (30-31). Perubahan rupa yang terjadi pada Yesus adalah suatu gambaran tentang keadaan-Nya kelak dalam kerajaan-Nya yang akan datang, yaitu saat Dia akan memerintah sebagai Raja.

Perubahan rupa atau yang disebut transfigurasi itu terjadi untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ini sekaligus merupakan suatu jaminan atas kebangkitan dan kerajaan-Nya yang akan datang kelak. Juga membuktikan keunggulan Yesus dari Musa dan Elia, seperti ditunjukkan dalam kesaksian Petrus yang diberikan dalam 2 Petrus 1:16-18. Hal ini diperkuat dengan suara yang datang dari surga, yang menyatakan Yesus sebagai Anak yang dipilih oleh Bapa (35).

Bagi ketiga murid Yesus, yaitu Yakobus, Petrus, dan Yohanes, peristiwa itu tentu saja menjadi pengalaman yang menakjubkan dan sangat berharga. Mereka dapat melihat Yesus dalam rupa yang penuh dengan kemuliaan. Orang lain yang pernah juga menyaksikan rupa Yesus dalam kemuliaan adalah Stefanus. Namun hal itu terjadi setelah Yesus bangkit dan naik ke surga (Kis. 7:56).

Sebagai orang percaya, adakah kerinduan dalam hati Anda untuk melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya, sebagaimana yang telah disaksikan oleh Yakobus, Petrus, dan Yohanes? Bila ya, mari kita terus bertekun dalam iman kita hingga pada waktunya kelak kerinduan tersebut dapat terwujud, yaitu tatkala kita bertemu muka dengan muka dalam kemuliaan-Nya yang kekal kelak. Keselamatan kita di dalam Kristuslah yang menjadi jaminan untuk itu.

God Bless ^^

Minta belas kasih Tuhan

Ayat : Mazmur 6

Bagaimana perasaan orang yang didera penyakit, dengan kemungkinan bahwa ia tidak akan sembuh bahkan divonis mati oleh dokter? Yang biasa muncul dalam diri orang yang mengalami hal itu adalah, "Dosa apa yang telah kulakukan hingga Tuhan marah dan menghukum aku dengan penyakit seperti itu?" Tentu tidak semua penyakit merupakan hukuman Tuhan atau akibat dosa.

Pemazmur mengakui bahwa ia telah berdosa kepada Tuhan. Ia sadar bahwa penderitaannya terjadi karena kesalahannya sendiri. Penderitaan itu dirasakan begitu menekan sehingga ia berseru kepada Tuhan, "Berapa lama lagi?" (4). Penderitaannya makin terasa berat karena musuh-musuhnya menggunakan kesempatan itu untuk menekan dia (8). Mungkin para musuh berkata, "Ia kena tulah, Tuhan telah memukul dia!"
Di tengah pergumulannya, pemazmur tak kehilangan iman. Ia percaya akan kasih setia Tuhan yang tak pernah berubah. Maka ia berani memohon belas kasih dan pengampunan-Nya (2-3). Sebab kalau ia mati, ia tidak dapat menaikkan syukur kepada Tuhan (6). Kata "maut" di sini disejajarkan dengan kata "dunia orang mati" yang menunjukkan tempat berakhirnya kehidupan. Bandingkan dengan doa syukur Raja Hizkia ketika permohonannya agar diberi kesembuhan dijawab oleh Tuhan (Yes. 38:18-19). Pemazmur juga meminta Tuhan segera menolong dirinya, supaya para musuh tidak terus menerus menekan dan fitnahan mereka kehilangan sengatnya.
Pengalaman pemazmur bisa jadi pengalaman kita saat sakit mendera. Periksalah diri di hadapan Tuhan dengan jujur, apakah ada dosa yang menjadi penyebab. Bila ya, mintalah pengampunan-Nya. Lalu minta belas kasih-Nya dan kesembuhan. Ingatlah bahwa Allah tidak senang jika anak-anak-Nya menderita. Namun kadang kala Allah mengizinkan penderitaan menjadi alat agar kita mendekat kepada-Nya dan tidak bermain-main dengan dosa!

God Bless ^^

Popular Posts

 
Hope and Love Jesus Christ | HLJCC