ShareThis

06 September 2013

MENDERITA DENGAN TEKUN

Ayat : Roma 8:18-30

Victor Frankl, tawanan Nazi pada Perang Dunia II, menyatakan bahwa manusia dapat bertahan menghadapi apa pun, kecuali jika harus hidup tanpa pengharapan.

Pengharapan itulah yang ditawarkan iman Kristen. Menjadi pengikut Kristus bukanlah resep untuk hidup makmur atau nyaman di negara ini. Malah sebaliknya. Untuk beribadah atau membangun tempat ibadah saja orang percaya kerap mendapatkan rintangan. Pernah saya melayani di satu daerah yang melarang gereja memasang lambang salib. Orang Kristen juga tidak kebal terhadap penderitaan dan dan bencana. Lalu, mengapa mau menjadi orang Kristen? Paulus menjawab: pengharapan.

Ketika manusia jatuh dalam dosa, dunia ikut terkena imbasnya, menjadi rusak dan cemar. Segenap ciptaan turut mengeluh karena mereka tidak seindah yang seharusnya. Saat ini, mereka yang percaya kepada Kristus mendapatkan keselamatan, namun keselamatan tersebut belum mencapai puncak kemuliaannya, yang akan terjadi ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Kemuliaan yang menanti kita ketika berjumpa dengan Tuhan Yesus itu amat besar sehingga, dibandingkan dengan hal itu, penderitaan kita hari-hari ini "ringan" saja. Itulah pengharapan yang menanti kita.

Adakah kita dihina karena nama Kristus? Adakah kita menderita hingga mengeluh sama seperti dunia ini? Godaan terbesarnya adalah untuk menyalahkan Tuhan. Namun, pengharapan kita sudah bersauh di tempat yang benar. Berpeganglah pada pengharapan tersebut di tengah penderitaan dan tantangan hidup!

God Bless ^^

RUMAH SAMPAH

Ayat : Amsal 6:4-11

Terperangah saya menyaksikan acara TV itu. Kru sengaja mendatangi rumah-rumah yang penghuninya tidak pernah membersihkan rumah dan membuang barang. Akibatnya rumah mereka begitu jorok, penuh tumpukan barang, sehingga sukar menemukan celah untuk berjalan. Orang harus melangkah di sela-sela timbunan barang. Udara pengap. Penuh bau tak sedap. Suasana gelap. Jauh dari kewajaran hidup yang sehat. Rumah dan sampah menyatu. Celakanya, si penghuni seolah dibuat lumpuh tak berdaya untuk memperbaiki keadaan.

Amsal 6:4-11 mengulas satu topik saja: kemalasan. Ini adalah sumber dari banyak kesusahan hidup yang mampu menyudutkan seseorang pada ketidakberdayaan yang melumpuhkan (ay. 11). Hal itu tidak terjadi dalam sekejap mata, melainkan ada prosesnya. Awalnya keengganan untuk bangun pada waktunya (ay. 4, 10). Artinya, selalu menunda. Nanti saja. Karena "dipelihara" sebagai kebiasaan, kemalasan bertumpuk. Jadi kian parah dan susah dilawan. Orang terjerat olehnya. Maka, hindarilah kemalasan sebelum ia menjadi "perangkap" (ay. 4).

Kebiasaan bermalas-malas tak boleh dibiarkan. Harus dilawan sedini mungkin. Jika terlanjur mendarah-daging, sangat sulit melawannya. "Pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak" seru penulis Amsal. Artinya, kita perlu segera menggantinya dengan kebiasaan yang berlawanan, dengan belajar memerintah diri sendiri agar tidak menunda pekerjaan (ay. 7-8). Ya, belajar menyelesaikan pada hari ini tugas yang dapat diselesaikan hari ini.

God Bless ^^

JALUR ALTERNATIF


Pak Joko, jemaat salah satu gereja di kota Solo, menderita penyakit asma yang cukup akut. Keteguhan hatinya membuat saya terkesan. Ia percaya bahwa suatu saat Tuhan pasti menyembuhkan penyakitnya. Pihak keluarganya, yang belum mengenal Tuhan, menganggap keyakinannya itu hanyalah suatu kebodohan. Bahkan mereka berusaha menawarinya pengobatan alternatif yang mereka yakini dapat memberikan kesembuhan. "Di gunung itu ada dukun ampuh, ribuan orang sudah disembuhkannya!" kata mereka membujuk Pak Joko. Dengan polos Pak Joko berkata, "Tidak. Terima kasih. Saya hanya percaya pada Gusti Yesus!"

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego pun pernah diberi jalan alternatif oleh Raja Nebukadnezar, agar nyawa mereka selamat dari perapian. "Sembahlah patung yang aku buat itu, maka kalian akan selamat!" kata raja. Tetapi, ketiga orang itu dengan teguh hati berkata, "Allah yang kami puja pasti sanggup melepaskan kami, tetapi seandainya tidak, kami tetap tidak akan menyembah patung yang tuan dirikan itu!" Kata-kata iman itu membawa ketiganya masuk ke dalam perapian, tetapi api itu tidak membakar tubuh mereka sedikit pun. Tuhan telah menyatakan pembelaan-Nya.

Tuhan seringkali menggunakan masalah pelik untuk menguji iman umat-Nya. Ketika Anda benar-benar dalam situasi tertekan dan tidak ada jalan keluar, selalu ada hal-hal yang berusaha menggoyahkan iman Anda. Apakah iman Anda tetap kepada Tuhan? Nyatanya, orang-orang yang memercayai Tuhan-lah yang akhirnya menerima pembelaan-Nya.

God Bless ^^

Popular Posts

 
Hope and Love Jesus Christ | HLJCC