ShareThis

18 December 2011

ANAK DOMBA ALLAH

Ayat : Kisah Para Rasul 8:26-39 

Myfyr Evans, peternak Skotlandia, membeli seekor domba jantan di Northern Area Branch seharga 1, 2 miliar rupiah. Padahal, harga normal domba jantan biasanya hanya 2, 4 juta rupiah. Namun, Evans berani membelinya karena ia meyakini, hewan itu akan membawa kebaikan dan rezeki besar buat peternakannya.

Alkitab menulis juga tentang "Anak Domba", yang tidak hanya membawa kebaikan, tetapi juga menyelamatkan! Ketika itu, sida-sida Etiopia membaca surat Yesaya yang menyebut tentang Anak Domba itu, dan bertanya kepada Filipus, siapa yang dimaksud dalam surat tersebut. Bertolak dari nas itu, Filipus memberitakan Injil keselamatan Yesus Kristus, hingga sida-sida itu percaya dan memberi diri dibaptis dalam nama Yesus (Kisah Para Rasul 8:34-37).

Benar, Yesus Kristuslah Anak Domba Allah yang tak bercacat, yang menebus dosa dunia (1 Petrus 1:18-19). Dan, Dia menjadi seperti domba yang dibawa ke pembantaian, seperti anak domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya. Demikianlah Yesus "Sang Anak Domba Allah" memberikan diri menjadi kurban tebusan bagi dosa dunia. Agar oleh bilur-bilur-Nya, kita menjadi sembuh (Yesaya 53:5). Dan, di bawah kolong langit ini tidak ada Nama lain yang dapat menyelamatkan manusia dari maut, kecuali nama Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 4:12).

Sudahkah Anda membuka hidup Anda untuk diselamatkan-Nya? Dan seperti Filipus, sebagai orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus, relakah Anda dipakai Allah untuk mengabarkan Injil-Nya? Agar melalui hidup Anda, banyak orang boleh menerima Kristus, diselamatkan, dan memuliakan Allah?

God Bless ^^

1 TON EMAS

Ayat : Keluaran 12:35-36, 38:21-31 

Pernahkah Anda menghitung berapa banyak emas, perak, dan tembaga yang dikumpulkan bangsa Israel untuk membangun Kemah Suci? Apabila dihitung dengan konversi takaran masa kini, 1 syikal setara dengan 11, 4 gram, dan 1 talenta setara dengan 34 kilogram. Maka, seluruh emas yang dikumpulkan bangsa Israel untuk membangun Kemah Suci dan isinya adalah sekitar 1 ton! Dengan harga emas yang kini berkisar Rp400.000, 00 per gram maka nilai emas yang mereka bawa adalah sekitar 400 miliar rupiah! Belum termasuk perak dan tembaga yang juga terkumpul sangat banyak saat itu.

Ini tentu nilai harta yang sangat besar, apalagi bagi sekumpulan orang yang baru saja dibebaskan dari perbudakan. Dari manakah mereka mendapatkan harta sebanyak itu? Alkitab mencatat bahwa harta tersebut mereka peroleh dari Tuhan, melalui orang-orang Mesir: "Dan Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka" (Keluaran 12:36). Artinya, harta yang mereka persembahkan bagi Tuhan ini sebenarnya berasal dari Tuhan juga.

Apabila direnungkan, bukankah demikian pula asal harta yang kita miliki? Setiap berkat itu datang dari Tuhan. Dan, diberikan kepada kita melalui tangan orang-orang yang Tuhan pakai. Dengan kesadaran seperti ini, selayaknya kita meneladani apa yang dilakukan bangsa Israel. Ketika Tuhan Sang Pemberi berkat itu meminta mereka memberi persembahan, mereka menyerahkan harta yang dimiliki tanpa menahan-nahan. Apabila saat ini ada pekerjaan Tuhan yang menanti uluran tangan Anda, jangan ragu untuk memberi dengan sukacita.

God Bless ^^

BEREBUT KEPEMIMPINAN

Ayat : Matius 20:20-28

Perilaku anak-anak kerap membuat kita geli dan gemas. Kita memaklumi tingkah mereka sebab mereka memang tengah dalam tahap pertumbuhan dan pencarian jati diri. Akan tetapi, apabila perilaku itu terus terbawa sampai orang itu dewasa, itu bisa membuat muak. Kita menyebutnya kekanak-kanakan.

Sikap kekanak-kanakan itulah yang diperlihatkan oleh para murid ketika mempertengkarkan siapa yang lebih besar, siapa yang paling pantas memimpin, di antara mereka. Mereka ingin berada di posisi kepemimpinan, suatu posisi yang menuntut kedewasaan, tetapi mereka memandang kepemimpinan sebagai dunia yang berpusat pada aku, diriku, dan milikku. Kepemimpinan disambut sebagai wahana untuk memuaskan kepentingan dan ambisi pribadi.

Tuhan Yesus mengoreksi pandangan tersebut. Dia mengajukan cara pandang yang menjungkirbalikkan perspektif para murid. Kepemimpinan sejati tidak berfokus pada diri sendiri, tetapi pada kesejahteraan orang lain. Bekal utamanya ialah kerendahan hati dan kesediaan untuk melayani sesama. Seorang pemimpin akan rela menyingkirkan kepentingan pribadinya demi memberikan sumbangsih yang bermakna bagi orang banyak. Kepemimpinan, dalam pandangan Yesus, bukan terutama mengacu pada kedudukan, melainkan pada sikap dan motivasi hati.

Bagaimana kecenderungan kita? Mengejar posisi atau mengutamakan kesediaan untuk melayani sesama? Mengincar keuntungan pribadi atau sungguh-sungguh rindu untuk memberkati orang lain, kalau perlu dengan mengorbankan kepentingan diri? Bersediakah kita merendahkan diri sebagai pelayan?

God Bless ^^

Popular Posts

 
Hope and Love Jesus Christ | HLJCC