ShareThis

06 September 2013

HARI BERLOMBA


Ketika saya sedang mengemudi di jalan, di depan saya ada van milik FedEx, yang di bumpernya tertempel stiker berbunyi "Every day is a race day". Ya, sejak bangun pagi hingga petang, kita terus bersabung dengan waktu, bergulat dengan tugas pekerjaan dan rumah tangga.

Rasul Paulus dalam nas hari ini juga berbicara mengenai pertandingan dalam kehidupan. Kebanyakan orang di dunia ini berlomba untuk memperebutkan kesuksesan yang berpusat pada diri sendiri dan keluarga atau kelompoknya. Sebaliknya, perlombaan orang beriman berfokus pada bagaimana kita hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.Ukuran keberhasilan dunia ini ialah standar pencapaian kehidupan, seperti kekayaan, kedudukan, kekuasaan, status sosial. Paulus menyebutnya mahkota yang fana. Tetapi, orang beriman berlomba untuk mengisi kehidupan barunya, agar menjadi lebih bermakna bagi sesama untuk kemuliaan Allah. Itulah mahkota yang abadi.

Dunia mengejar mahkota keberhasilan yang fana dan yang dapat layu. Tidak demikian dengan orang beriman. Kita mengejar mahkota kehidupan yang kekal. Kita melakukan pekerjaan sehari-hari yang tidak banyak berbeda dengan sebagian besar orang di dunia ini. Perbedaannya terletak pada nilai-nilai yang kita terapkan dalam bekerja dan kepada siapa kita mempersembahkan hasil karya kita. Bagi orang beriman, kita mengabdikan segala jerih lelah kita demi kemuliaan Tuhan dan bukan untuk hal yang lain. Adakah Anda dan saya berada di jalur ini dalam gelanggang perlombaan hidup?

God Bless ^^

PAKAI "SABUN"-NYA

Ayat : Roma 3:9-28

Dalam sebuah acara TV, seorang ateis menantang Reinhard Bonnke: "Kisah tentang darah Yesus sudah diberitakan selama 2.000 tahun, dan jika memang ada kuasa dalam darah itu, seperti kata Anda, tentunya keadaan dunia tidak akan sejahat sekarang ini." Oleh hikmat Tuhan, Bonnke—penginjil ternama itu—menjawab, "Tuan, di dunia ini ada banyak pabrik sabun, tetapi masih saja ada banyak orang yang bertubuh kotor. Sabun tidak akan membersihkan, jika ia tidak dipakai. Bahkan para pekerja pabrik sabun juga tak akan menjadi bersih, jika mereka tak memakainya. Jadi, pakailah. Mandilah dengan sabun. Serupa dengan itu, Anda harus mengizinkan darah Yesus membasuh hidup Anda yang berdosa, baru Anda akan dapat bernyanyi, ‘Ada kuasa di dalam darah-Nya!’"

Benar, keadaaan manusia berdosa sangatlah mengenaskan. Tak ada seorang pun yang benar (ay. 10). Tak ada yang mencari Allah (ay. 11). Tak ada yang berbuat baik (ay. 12). Mulut mereka menipu dan penuh sumpah serapah (ay. 13, 14). Mereka menumpahkan darah (ay. 15). Mereka tidak mau berdamai (ay. 17). Mereka tidak takut akan Allah (ay. 18). Siapa yang tidak gerah melihat kondisi semacam ini? Seolah-olah tak ada lagi harapan.

Namun, Allah menyediakan jalan ajaib di tengah kondisi putus asa tersebut: "yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya" (ay. 22). Perhatikan bagian terakhir: bagi semua orang yang percaya. Bagian Allah adalah menyediakan penebusan. Bagian kita adalah menerima dan mengimani penebusan-Nya itu!

God Bless ^^

SATU TAHUN LAGI

Ayat : Lukas 13:6-9

Seorang pengusaha memberi kepercayaan pada seorang karyawannya untuk mengelola suatu bidang usaha, namun sudah tiga tahun berturut-turut bisnis itu rugi. Menurut Anda, apa yang akan dilakukan oleh pengusaha itu? Jika Anda adalah sang karyawan, apa yang Anda harapkan akan dilakukan pengusaha itu?

Ternyata ia memberi Anda kesempatan satu tahun lagi untuk membuktikan bahwa Anda dapat berhasil. Anda mendapat sebuah anugerah. Apa yang akan Anda lakukan? Tidakkah Anda akan menggali segenap potensi diri Anda dan melakukan semua upaya agar berhasil sehingga kepercayaan yang diberikan kepada Anda tidak sia-sia? Jika ternyata Anda masih bekerja dengan setengah hati, Anda benar-benar tidak tahu bersyukur.

Begitu juga dengan pohon ara dalam perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus. Dari segi usia, sudah seharusnya ia berbuah sejak tiga tahun lalu. Akibatnya sang pemilik meminta agar pohon itu ditebang saja, karena tidak ada gunanya ia hidup. Lalu penjaga kebun memohon diberi waktu setahun lagi. Ia akan menggemburkan tanahnya dan memberinya pupuk. Jika tahun depan ia masih belum berbuah, maka pohon itu akan ditebang. Itulah gambaran hidup kita.

Jika Allah datang dan memeriksa hidup kita saat ini, buah apa yang akan Dia temukan? Apakah kita akan bersukacita atau menjadi malu karenanya? Karena itu, di saat Dia masih memberi kita kesempatan untuk hidup, jalanilah sebuah kehidupan yang bermanfaat sehingga Anda dapat menghasilkan buah-buah yang memuliakan nama-Nya.

God Bless ^^

Popular Posts

 
Hope and Love Jesus Christ | HLJCC